header image
Home arrow Berita Sebelumnya arrow Bangunan Bersejarah arrow Panti Karya
Panti Karya PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sep 14, 2007 at 11:06 PM

panti-karya1Kota Bandung Tempo Doeloe  mempunyai cukup banyak gedung bioskop dengan berbagai tingkatan kelas, dari yang sederhana untuk masyarakat kebanyakan hingga yang mewah yang biasa memutar film-film yang berbobot. Salah satu bioskop yang pernah Berjaya di era taun 1970-1980-an adalah bioskop panti karya yang teletak di jalan Merdeka.

Derunya pembangunan yang begitu pesatnya  membuat kejayaan bangunan ini memudar, dan akhirnya bertahun-tahun kosong dan terbengkalai, menurut berita yang kami peroleh akhir-akhir ini  bangunan Panti Karya rencananya akan dirobohkan dan akan diganti oleh bangunan pusat perbelanjaan yang modern, padahal bangunan panti karya ini memiliki gaya arsitektur yang unik dan langka dan merupakan icon Kota Bandung, kalau jadi dibongkar satu lagi bangunan bersejarah di Kota Bandung yang unik akan menghilang. Namun disatu sisi keadaan bangunan panti karya yang terlunta-lunta tak terawat dan terbengkalai sehingga berkesan spucky, membuat kurang bagus untuk lingkungan sekitarnya, disinilah diperlukan peraturan perundang-undangan yang dapat mengatur semua ini.
Apabila memang  harus dibangun sebuah pertokoan atau Mall lagi …waah tebayang nanti kemacetan yang akan terjadi di sekitar jalan merdeka, setelah di depannya sekarang telah  berdiri sebuah mall … pembangunan baru tentunya harus memperhatikan aspek lingkungan sekitarnya, termasuk memikirkan lalulintas kendaraan yang masuk dan keluar, serta yang terpenting adalah tempat parkir… bagaimana menurut anda ?
berikut adalah opini mengenai gedung panti karya, dari surat pembaca pikiran rakyat tanggal 07 Juni 2006;
 

Panti Karya Nasibmu Kini?panti-karya

PADA era tahun 1970-1980-an, Jln. Merdeka terasa memesona, bahkan pada malam hari menjadi kawasan tempat "menikmati" Bandung seutuhnya, santai dan tenang. Di sudut perempatan Merdeka - Riau (Martadinata) ada jajanan yang mangkal hanya pada malam hari, di situlah kaum muda berkumpul dan bercengkerama. Ada perasaan rindu akan masa itu, namun banyak ikon kenangan yang sudah hilang, segalanya berubah, berpindah, hanya satu yang masih eksis dalam kesendirian yang getir yaitu Gedung Panti Karya yang kini bernasib tragis, compang-camping, dekil, muram, dan seram.

Padahal di era itu, gedung ini megah dan asri. Halamannya bersih ditutupi pasir hitam, di sebelah kiri gedung ada taman bunga yang apik, di situ berdiri patung perunggu Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani(?), dengan uniform lengkap mengepit tongkat dalam sikap sempurna.

Lantai dasar ada bioskop Panti Karya, lantai dua dipakai perkantoran, lantai tiga ada Akademi Akuntansi, pada lantai empat dan lima ada stasiun radio swasta di mana saya beraktivitas. Sepengetahuan saya, gedung ini adalah milik Yapenka, yang pada periode itu dipimpin oleh Bapak Ir. Santoso, amat terawat, pikabetaheun.

Sekarang saya kadang parkir di situ, hati suka terusik, ke manakah gerangan patung sang pahlawan, apakah beliau dengan jiwa kepahlawanannya telah rela eksodus demi keangkuhan oligarki materi, ataukah beliau tersingkir, karena logika ekonomi memvonis bersalah, sebab beliau berdiri di tempat parkir? Entahlah, yang jelas Panti Karya menjadi panti kesedihan, metafora dari sebuah tirani budaya, ekspresi buram dari potret diri, bagaimana sebuah komunitas mengapresisi karya pendahulunya.

Sementara kini di lantai dasar ada gebyar erotisme jajanan modern, dalam gemerlap yang membius, sehingga menekuk muka siapa pun, untuk tak menyaksikan tumbuhan liar di sela jendela, cengkerama tikus dengan makhluk halus, atau pekikan burung-burung kecil pemakan cacing.

Padahal, rasanya tak begitu sulit untuk merawat Panti Karya, menjadi "senonoh" dalam ketuaannya, seandainya yang terkait dan pengguna jasa gedung itu ada partisipasi konkret, terlepas dari "kenapa" dan "ada apa dengan Panti Karya", sebab, betapa kontradiksi ekstrem ini, akan memberi saham bagi akumulasi kekesalan dan kecemburuan, selebihnya cemoohan terhadap Parisj' van Java ini.

Mungkin orientasi kita kian bergeser, uang telah menjadi obsesi hidup, meredupkan apresiasi logis terhadap kepahlawanan, keindahan, ketenteraman, padahal norma-norma itu, serpihan dari refleksi moral sebuah komunitas. Bila penikmat jajanan modern di situ takut gedungnya runtuh, sang pahlawan khawatir nilai-nilkai kepribadian kita akan runtuh.

Atas dimuatnya surat ini, saya ucapkan terima kasih.

Indra Erzaman

Jln. Kembar Timur I No. 22

Bandung

 sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/062006/07/99suratpembaca.htm

 ------------

Photo Panti Karya Baru : Agung 


Add as favourites (26) | Quote this article on your site | Views: 770

Comments (5)
RSS comments
1. Written by GUEST on 05-02-2008 10:41 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
waktu baca artikel ini saya mikir "Panti Karya teh dimana ya???". Tapi begitu ngeliat gambar n akocomment dari yang lain. saya baru 'ngeh' kalo bangunan itu berada di seberang BIP dan di sebelah Gramedia.Orientasi bangunannya memang tidak menghadap ke jalan Merdeka. Mungkin itu sebabnya bangunan ini jadi susah untuk diketahui keberadannya. Apalagi ditengah-tengah bangunan lain yang lebih 'nge-pop'. OK..good 4 d photos Now & Bfore 
 
Nin
 
2. Written by agung on 21-12-2007 22:48 - Guest - IP: 125.163.1.200
 
 
boleh 
 
 
3. Written by GUEST on 12-12-2007 08:24 - Guest - IP: 125.163.13.17
 
 
saya ingin taw lebih dalam tentang gedung ini boleh tidak? 
 
thx: biya ( )
 
4. Written by agung on 03-10-2007 09:02 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
Panti Karya.... 
 
Cerita soal Panti Karya, memang aga menyedihkan... 
coba kita liat foto yang pertama dengan yang kedua, jauh banget.. 
Malah sebenernya saya sendiri ngga sadar kalo bangunan ini dulunya keren... kayanya paling keren se Jl. Merdeka. 
 
Waktu saya mulai research soal bangunan ini, (Revitalisasi Panti Karya - 2006) semua temen2 bingung waktu saya tanya.... tau Panti Karya ga? 
80% temen2 kampus saya malah ga tau kalo ada bangunan keren kaya gini.  
Mungkin karna Panti Karya ngga "seterang n ber-make up" kaya BIP di depannya. padahal ini bangunan keren banget. Sejarahnya juga bikin saya makin bingung. Bingung mikirin kenapa bangunan keren ama sejarahnya yang mapan kaya gini banyak yang ga tau... 
 
sekarang isunya udah di beli ama "developer banyak duit" .. katanya mau dibikin kaya ciwalk-ciwalk-an 
hhhhh...... sampe kapan nih bandung dijejelin yang beginian... bikin macet aja!! 
 
mudah-mudahan apa yang dibangun nantinya bisa jadi alat juga buat generasi muda menghargai sejarah, dan yang pasti menghargai arsitektur. bukan jadi bangunan "lagu pop". 
 
thx. Agung Samuel 
 
 
5. Written by GUEST on 26-09-2007 14:37 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
saya senang sekali dengan membaca banyak artikel sejarah bandung...mudah2an makin bayak artikel lainya supaya generasi muda akan lebih menghargai arti nilai sejarah.. 
 
jane karen 
 

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Homepage
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

Last Updated ( Sep 14, 2007 at 11:10 PM )
Login Form
Username

Password

Remember me
Password Reminder
No account yet? Create one
Who's Online
We have 23 guests online
Support
Admin :
Info


 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO.5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA (Pasal 1 ayat 1)
1. Benda Cagar Budaya adalah: Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50(lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

2. Situs adalah lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan bagi pengamanannya

Jadwal Sekretariat

Buka Kantor : Senin s/d Sabtu 09.00 - 16.00 Wib (dianjurkan untuk telepon terlebih dahulu)

Konsultasi; permohonan Surat Rekomendasi : Setiap Hari Rabu minggu ke 2 dan ke 4

Surat Rekomendasi  yang kami keluarkan, tanpa biaya sedikitpun, dilandasi oleh dedikasi yang tinggi, sebagai sumbangsih Bandung Heritage terhadap Kota Bandung.