header image
Home arrow Berita Sebelumnya arrow Kliping arrow Kolam Renang Cihampelas
Kolam Renang Cihampelas PDF Print E-mail
Written by Kompas   
Sep 19, 2007 at 09:51 AM
Article Index
Kolam Renang Cihampelas
Page 2

Kolam Renang Cihampelas Bakal Hilang
Kemungkinan Beralih Fungsi Menjadi Tempat Parkir

 

Bandung, Kompas - Setelah Lapangan Tenis Admiral, Bandung terancam kehilangan satu lagi fasilitas olahraga, yakni Kolam Renang Cihampelas. Kolam renang yang sarat nilai sejarah itu akan dijual pemiliknya.

Manajer Kolam Renang Cihampelas Taufiqurrahman di Bandung, Jumat (14/9), mengatakan, dari sisi ekonomi, usaha kolam renang ini kalah menguntungkan dibandingkan jika lokasi ini dijual. Pada tahun 2006, nilai jual obyek pajak (NJOP) tanah di lokasi kolam renang mencapai Rp 13 juta per meter persegi.

Setahun berikutnya, NJOP meningkat menjadi Rp 24 juta per meter persegi. "NJOP lokasi ini dihitung sama dengan lokasi pinggir Jalan Cihampelas," kata Taufiq. Total lahan yang menjadi kolam renang mencapai 1,2 hektar.

Taufiq yang sudah menjadi manajer kolam renang selama 16 tahun mengaku tak bisa berbuat banyak karena lahan itu adalah milik pribadi. Namun, kolam renang itu tidak akan dijual jika pemilik lamanya, yakni Tjandra Prawira, masih hidup.

Tjandra Prawira meninggal dunia tahun 2006 dan kolam renang itu diwariskan kepada dua anaknya. "Sekarang sudah sampai tahap balik nama sertifikat. Mungkin, paling lambat enam bulan lagi kolam renang ini akan berubah fungsi," kata Taufiq. Kolam renang itu bakal menjadi lahan parkir kawasan belanja yang notabene merupakan mesin uang.

Taufiq mengatakan, pesatnya pertumbuhan wilayah Cihampelas beberapa tahun belakangan membuat kualitas kolam renang itu merosot. Semula Kolam Renang Cihampelas hanya menggunakan air dari mata air sehingga kualitas airnya bagus.

Namun, maraknya pembuatan sumur artesis dan jet pump di sekitar kolam renang menyebabkan pasokan air menurun. Tahun 2006, menurut Taufiq, dibangun sumur untuk mendukung pasokan air kolam renang. Kolam renang tertua

Kartodiwirio (2006) mencatat Kolam Renang Cihampelas sebagai yang tertua di Bandung. Semula lokasi itu hanyalah kolam ikan milik Ny Homann, yakni istri Tuan Homann, pemilik Hotel Savoy Homann. Dulu kolam ini menjadi tempat bersantai warga kulit putih.

Setelah proklamasi, kolam renang yang lazim disebut Pemandian Tjihampelas itu ikut mewarnai perkembangan olahraga Jawa Barat. Kolam ini merupakan tempat berlatih klub renang Aquarius sejak tahun 1952. "Sebelumnya ada klub renang Neptunus, tetapi itu merupakan klub orang-orang Belanda," kata pelatih senior klub Aquarius Irsan Suteja.

Sebagai pegiat renang yang telah lama menggunakan Kolam Renang Cihampelas, Irsan sangat menyesalkan rencana penjualan lokasi itu. "Kolam ini telah melahirkan atlet-atlet renang Jabar yang mampu bicara hingga tingkat internasional dan nasional," kata Irsan mencontohkan nama Susanti Wangsawiguna dan Wijaya Aulia. (LSD) 

http://kompas.com/kompas-cetak/0709/15/Jabar/26578.htm

Edisi Sabtu 15 September 2007 


Add as favourites (34) | Quote this article on your site | Views: 2381

Comments (11)
RSS comments
1. Written by chi" on 23-04-2008 14:22 - Guest - IP: 202.149.93.81
 
 
wajar sih..
secara yg megang warisan itu anaknya, emang dia bakal peduli soal historisnya buat orang"? apalagi letaknya strategis banged di kawasan utama wisata bandung. yah, sesuatu yang berharga emang harus dibayar mahal bangedd!! :zzz :zzz :zzz
 
2. Written by GUEST on 19-11-2007 09:16 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
wajar sih..
sebaiknya pemda (dinas tata kota) bisa lebih terlibat dalam hal ini. pikirkan semua dampak yang nantinya bakal terjadi, sebelum mengesahkan perubahan fungsi tersebut, jgn mau ngambil untung dari mengeluarkan ijin saja...belajarlah dari pengalaman yang terjadi di kota2 lain di Indonesia, lihat hasil rencana tata ruang yang berantakan di jakarta
 
3. Written by GUEST on 07-11-2007 10:02 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
wajar sih..
tolong dong jgn dijual.... 
itu kan aset kota bandung dan merupakan kolam renang pertama di kota bandung jadi gede banget tuh sejarahnya..... 
buat pemkot bdg jaga dong aset sejarah itu.. 
kalo bisa beli aja ma pemkot bandung, trus satuin ama kebon binatan bandung kan hanya terhalang sungai aja...kemudian promosiin gede-gedean... 
gw yakin kolam renang cihampelas akan memberikan profit yang bagus buat pemkot.... 
heheheheeh
 
4. Written by GUEST on 05-11-2007 13:38 - Guest - IP: 202.154.43.253
 
 
wajar sih..
kenapa bukannya gedung sate sekalian yang dijual?
 
5. Written by GUEST on 03-11-2007 11:00 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
wajar sih..
waahhh...parah banget...otak komersil uy... 
yah...merosotlah kalo emg promosinya juga kurang... 
coba dipromosiin lagi kolamnya..dibuat semacam karang setra..ada bis buat anak sekolahnya..kan pasti bs mendongkrak lagi lahh...
 
6. Written by GUEST on 02-11-2007 12:42 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
wajar sih..
aduh sayang. tp liat dlu sejarahnya..
 
7. Written by GUEST on 02-11-2007 12:42 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
wajar sih..
DENNY SANTIKA, ikut berkomentar. Kolam renang cihampelas adalah situs rekresi yang terikat dengan permukiman kolonial. Apa jadinya jika kolam renang tersebut dialihfungsikan, dimungkinkan kawasan permukiman kolonial di Cihampelas akan kehilangan konteksnya. Bayangkan 20 tahun ke depan, bagaimana dgn jati diri bdg khususnya Cipaganti & Cihampelas, ibarat seseorang yang telah dioprasi pelastikseluruh wajahnya tetapi identitasnnya masih sama. Jadi lieur kan..saha ieu teh........
 
8. Written by agung on 01-11-2007 11:23 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
wajar sih..
aset sejarah memang hilang, tapi apa ada yang bisa kita ambil dari kolam renang itu...?? mmm... sejarah nya aja paling.. sama pemiliknya. 
 
jadi tempat parkir.. ? 
 
bagus juga, tapi perhatiin jalan masuknya apalagi JALAN KELUARNYA, biasanya tempat parkir tempat keluar masuk malah bikin nambah macet.. 
 
kalo bisa diatasi, bisa-bisa itu kontribusi gede buat cihamplas, liat aja di pinggir jalan (manusia bandung dengan budaya outdoor pinggir jalannya) wah... bikin "jangar" 
 
ayo... bikin tempat parkir yang bagus.. (awas aja kalo malah jadi Mal lagi !! gw sumpahin ga laku!!)
 
9. Written by GUEST on 27-10-2007 00:36 - Guest - IP: 202.51.234.110
 
 
wajar sih..
jual??? satu lagi aset sejarah yah hilang.
 
10. Written by GUEST on 04-10-2007 15:41 - Guest - IP: 121.52.70.85
 
 
wajar sih..
yuuuukkkkkkk........
 


Login Form
Username

Password

Remember me
Password Reminder
No account yet? Create one
Who's Online
We have 82 guests online
Support
Admin :
Info


 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO.5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA (Pasal 1 ayat 1)
1. Benda Cagar Budaya adalah: Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50(lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

2. Situs adalah lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan bagi pengamanannya

Jadwal Sekretariat

Buka Kantor : Senin s/d Sabtu 09.00 - 16.00 Wib (dianjurkan untuk telepon terlebih dahulu)

Konsultasi; permohonan Surat Rekomendasi : Setiap Hari Rabu minggu ke 2 dan ke 4

Surat Rekomendasi  yang kami keluarkan, tanpa biaya sedikitpun, dilandasi oleh dedikasi yang tinggi, sebagai sumbangsih Bandung Heritage terhadap Kota Bandung.