header image
Home arrow Berita Sebelumnya arrow Events arrow Pameran “Perdebatan; Seratus Tahun Perspektif Arsitektural di Indonesia
Pameran “Perdebatan; Seratus Tahun Perspektif Arsitektural di Indonesia PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Nov 01, 2007 at 11:32 AM
Siaran Pers Perdebatan; Seratus Tahun Perspektif Arsitektural di Indonesia
Sebuah Pameran
 
Pameran berjudul “Perdebatan; Seratus Tahun Perspektif Arsitektural di Indonesia,” merupakan sebuah pameran arsitektur yang diselenggarakan oleh Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA), bekerjasama dengan Nederlands Architectuurinstituut (NAi). Pameran arsitektur ini berkisah tentang narasi ide-ide arsitektural yang terjadi di Indonesia dalam periode 1910 – sekarang. Pengkisahan dimulai dengan pencarian arsitektur untuk Hindia yang dilakukan oleh para arsitek masa kolonial seperti Henri Maclaine Pont dan C.P. Wolff Schoemaker. 

Kemudian pengkisahan ini dilanjutkan dengan pencitraan Indonesia merdeka yang modern di masa Sukarno. Arsitek-arsitek seperti—antara lain—Friedrich Silaban dan para anggota ATAP ditampilkan pada periode kedua ini. Periode ketiga yang ditampilkan pada pameran ini adalah pencarian lokalitas (regionalisme) yang dilakukan pada masa 1970an-1990. Pencarian ini tampak pada karya-karya Atelier 6, Y.B. Mangunwijaya dan tim perancang Gedung Pusat Administrasi Universitas Indonesia. Periode keempat yang dikisahkan adalah periode masa kini, yang tidak saja menampilkan Arsitek Muda Indonesia (AMI), tetapi juga kelompok-kelompok seperti Forum Arsitek Medan (FAM), Desainer Muda Surabaya (De Maya), dsb. Pameran ini dimaksudkan untuk menampilkan kepada publik bahwa narasi arsitektural bukan sekedar mengenai bangunan. Arsitektur adalah sebuah bidang multidisipliner, yang terkait dengan pembayangan imajinatif tentang keberadaan sebuah masyarakat. Soft Opening pameran ini diselenggarakan di Monumen Nasional pada tanggal 2 November 2007, dengan dibuka oleh Suwondo B. Sutedjo, seorang arsitek senior, dan Bambang Eryudhawan , ketua kehormatan Ikatan Arsitek Indonesia, DKI Jakarta. Sedangkan Grand Opening pameran ini, yang rencananya akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta dan Duta Besar Kerajaan Belanda, akan diselenggarakan di Erasmus Huis pada tanggal 27 November 2007.

-----

Press Release

Tension, a Hundred Years Architectural Perspectives in Indonesia
An Exhibition

The exhibition, titled “Tension, a Hundred Years Architectural Perspectives in Indonesia,” is an architectural exhibition held by Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA), in cooperation with Nederlands Architectuurinstituut (NAi).

This architectural exhibition tells of a narrative on architectural ideas which has taken place in Indonesia in the period 1910 – now. The narrative starts with the search for Indies architecture carried out by colonial period architects such as Henri Maclaine Pont and C.P. Wolff Schoemaker. The narrative would continue with the imagining of free, modern Indonesia during the reign of Sukarno. Architects of that day such as—among other—Friedrich Silaban and members of ATAP would be featured in this second segment. The third periode featured in the exhibition would be a search for locality (regionalism) during 1970s-1990. Such search manifested in the works of Atelier 6, Y.B. Mangunwijaya and design team of Universitas Indonesia’s Administrative Centre Building.  The fourth period is the present, contemporary story. Not only it would feature Arsitek Muda Indonesia (AMI), but also groups such as Forum Arsitek Medan (FAM), Desainer Muda Surabaya (De Maya), etc.

The exhibition is intended to present to the public that architectural narrative is much more than just edifices. Architecture is a multi-disciplined field, which is intertwined with imaginative act of defining the being, or existence, of a society.

The Soft Opening of the exhibition would be held at Monumen Nasional on 2nd November 2007, and would be opened by senior architect Suwondo B. Sutedjo and Bambang Eryudhawan , Honorary Head of Indonesian Institute of Architects, DKI Jakarta Chapter. The Grand Opening, which is planned to be opened by the Governor of DKI Jakarta and the Dutch Ambassador, would be held at the Erasmus House on 27th November 2007.

 


Add as favourites (37) | Quote this article on your site | Views: 735

Be first to comment this article
RSS comments

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Homepage
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

Last Updated ( Nov 01, 2007 at 11:33 AM )
Login Form
Username

Password

Remember me
Password Reminder
No account yet? Create one
Who's Online
We have 69 guests online
Support
Admin :
Info


 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO.5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA (Pasal 1 ayat 1)
1. Benda Cagar Budaya adalah: Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50(lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

2. Situs adalah lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan bagi pengamanannya

Jadwal Sekretariat

Buka Kantor : Senin s/d Sabtu 09.00 - 16.00 Wib (dianjurkan untuk telepon terlebih dahulu)

Konsultasi; permohonan Surat Rekomendasi : Setiap Hari Rabu minggu ke 2 dan ke 4

Surat Rekomendasi  yang kami keluarkan, tanpa biaya sedikitpun, dilandasi oleh dedikasi yang tinggi, sebagai sumbangsih Bandung Heritage terhadap Kota Bandung.