|
Goa Pawon Harus Diselamatkan Barat, Kompas - Eksplorasi yang berlebihan untuk mencari bahan tambang telah membuat kondisi Goa Pawon di Desa Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, memprihatinkan. Karena itu, para ahli purbakala, pemerintah daerah, dan masyarakat sepakat untuk menyelamatkan goa tersebut.
Kesepakatan itu dinyatakan dalam Sarasehan Rekoordinasi Penanganan Situs Manusia Pawon di Goa Pawon, Sabtu (29/12) di Kabupaten Bandung Barat (KBB). "Eksploitasi secara tidak terkendali telah menyebabkan kerusakan di wilayah kars Citatah. Dikhawatirkan museum alam, yaitu kars yang terbentuk dengan proses geologi selama ribuan tahun, bisa habis dalam waktu 20 tahun akibat penambangan," ujar Koordinator Kelompok Riset Cekungan Bandung Budi Brahmantyo. Menurut Kepala Subdinas Eksplorasi dan Pemetaan Dinas Pertambangan dan Energi Jawa Barat Doddy Sugandi, sudah ada Peraturan Gubernur Nomor 20 Tahun 2006 tentang Perlindungan Kawasan Kars di Jawa Barat yang melindungi beberapa kawasan. Namun, dengan otonomi daerah, kewenangan perizinan untuk penambangan ada pada pemerintah kabupaten/kota. "Menurut data yang kami terima, ada 12 situs di wilayah KBB. Untuk tahun 2008 kami akan memfokuskan tiga situs, salah satunya Goa Pawon," kata Wakil Ketua DPRD KBB Samsul Ma'arif. Ia menjelaskan, APBD KBB tahun 2008 akan memuat anggaran untuk mendata seluruh situs kebudayaan di wilayah KBB. Anggaran itu diperkirakan sebesar Rp 70 juta. Saat ini belum seluruh jalan menuju Goa Pawon diaspal. Sekitar 1 kilometer sebelum lokasi, pengunjung harus melalui jalan setapak dari tanah liat dan sesekali batu kapur. Jalan menjadi becek dan licin saat hujan turun. Kepala Seksi Obyek Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Yoharman Syamsu mengungkapkan, sebelum masuk menjadi wilayah KBB, Goa Pawon sudah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bandung melalui rencana induk pengembangan pariwisata daerah yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) No 6/2007. Perda tersebut, menurut Yoharman, bisa diadopsi oleh Pemerintah KBB untuk mengembangkan kawasan Goa Pawon sebagai kawasan wisata. Kelompok-kelompok pemanjat tebing, kata Adi, Humas Eksternal Klub Panjat Tebing Snapling, menghendaki agar Goa Pawon dapat dikembangkan menjadi obyek wisata panjat tebing. "Banyak potensi untuk menjadi tempat wisata panjat tebing di kars Citatah, seperti Goa Pawon atau Tebing 125 di Gunung Pabeasan, Kecamatan Padalarang," ujar Adi. Ahli Peneliti Muda Balai Arkeologi Bandung Lutfi Yondri menyatakan, Goa Pawon mempunyai fungsi penting dalam ilmu kepurbakalaan di Jawa Barat, bahkan untuk Indonesia bagian barat. Tahun 2003, di Goa Pawon ditemukan kerangka utuh manusia yang diperkirakan berusia 9.500 tahun pada kedalaman 2 meter. "Untuk Indonesia wilayah barat, ini adalah kali pertama. Selain itu, sudah ditemukan lebih dari 1.000 artefak kuno sebagai bukti peradaban manusia," ujar Lutfi. (eld) Add as favourites (36) | Quote this article on your site | Views: 771
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |