|
Tidak banyak orang tahu, salah satu tempat di pelataran parkir gedung pertemuan Sumur Bandung yang terletak di sisi barat sungai Cikapundung terdapat sumur yang diinamakan Sumur Bandung. Bentuknya sama dengan sumur-sumur pada umumnya, kecuali perlakuan yang diberikan keramat.
Bagian atas sumur tersebut diberi cungkup penutup dan dikelilingi rantai pembatas. Pada salah satu sisinya terdapat prasasti bertuliskan: “Sumur Bandung Mere Karahayuan ka Rahayat Bandung Sumur Bandung Mere karahayuan ka Dayeuh Bandung Sumur Bandung Kahayuning Dayeuh Bandung Ayana di Gedung PLN Bandung.” Bandung 25 Mei 1811 Raden Adipati Wiranata Kusumah II
Sumur Bandung dipercaya memiliki hubungan sejarah dengan berdirinya Kota Bandung. Kisahnya sebelum menemukan tempat yang cocok dijadikan ibu kota yang baru, bupati dan rombongan menyusuri Sungai Cikapundung lalu beristirahat di salah satu tempat yang letaknya di sisi barat sungai tersebut. Pandangannya diarahkan ke segala penjuru, meneliti kalau-kalau terdapat tempat yang diinginkan. Ketika ia menancapkan tongkatnya, tiba-tiba dari lubang kecil bekas tongkat tersebut keluar air yang sangat bening. Tepat di lokasi mata air tersebut kemudian dibuatkan sumur dan kemudian dinamakan Sumur Bandung. Pada tahun 1930-an, diatas tanah seluas 3.945 m2 itu didirikan bangunan bertingkat hasil rancangan C.P. Wolff Schoemaker. Setelah diresmikan pada tanggal 26 Oktober 1939, bangunan itu kemudian ditempati N.V. Gebeo, Perusahaan Listrik Hindia Belanda. Bekas gedung Gebeo yang kemudian dijadikan kantor PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jawa Barat itu, berda disudut pertigaan Jalan Asia-Afrika dengan jalan Cikapundung. Jika kita menyusuri Jalan Asia-Afrika, letak gedung tersebut bersebrangan dengan pusat perbelanjaan. Pada tahun 1990-an bangunan tersebut dibongkar dijadikan gedung Miramar di Jalan Alun-alun Timur. Sumur Bandung terletak di lantai dasar Gedung PLN. Airnya masih tetap bening dan tidak pernah kering walaupun Kota Bandung mengalami kemarau panjang. Pada hari-hari tertentu, sumur itu dikunjungi para penjiarah yang datang dari Bandung dan beberapa kota lainnya di Jawa Barat. Bahkan ada yang berasal dari Jawa Tengah dan Sumatera. *** DALAM kepercayaan sebagian masyarakat setempat, Sumur bandung dijaga seorang putrid yang sangat cantik jelita bernama Kentring Manik, penjaga alam gaib Kota Bandung. Tokoh ini, dalam cerita Raden Mundinglaya di Kusuma yang dikumpulkan C.M. Pleyete (1906), atau dalam Wawacan Guru Gantangan diceritakan, bahwa kentring manik Mayang Sunda atau Nyi Ken Buniwangi adalah istri Prabu Siliwangi. Putranya bernama Guru Gantangan. Nama Buniwangi di sebagian masyarakat tradisional yang tinggal di daerah Bandung Utara masih sering disebut dalam mantra-mantra ketika melakukan upacara selamatan. Bahkan di daerah Punclut terdapat lokasi yang dianggap tabu mengucapkan kata-kata kasar atau sombong. Jika hal itu terjadi, maka mulut orang yang bersangkutan akan terus menganga. Siapa Buniwangi tidak pernah jelas dalam sejarah Sunda. Apakah berasal dari nama Nyi Ken Buniwangi alias Kentring Manik Mayang Sunda atau bukan. Namun, di daerah sepanjang jalan yang menghubungkan daerah Dago dengan Maribaya, sekurangnya terdapat tiga lokasi yang dinamakan Buniwangi. Salah satunya berupa makam tua yang dianggap keramat. Menurut cerita, Kentring Manik sebelumnya menjaga dua buah sumur. Sebuah diantaranya terletak di lokasi yang kini dijadikan bangunan berlantai tiga Palaguna Plaza. Salah satu lokasi dari bangunan pusat perbelanjaan itu, sebelumnya merupakan gedung “De Kock”. Diatas tanah yang akan didirikan bangunan itu, sebelumnya terdapat sumur. Sebelum sumur tersebut ditimbun, pemiliknya menyelenggarakan selamatan lebih dulu dengan menyembelih kerbau. Kepala binatang itu kemudian dibenamkan kedalam sumur, dengan harapan penunggunya tidak akan mengganggu.* Sumber tulisan dan photo : JENDELA BANDUNG Pengalaman Bersama KOMPAS, Her Suganda, Penerbit Buku Kompas Jakarta, November 2007. Add as favourites (32) | Quote this article on your site | Views: 938
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |