|
BANDUNG, (PR).- Rencana pembongkaran Hotel Surabaya di Jln. Kebon Jati, Kota Bandung, bisa menimbulkan preseden buruk dalam pelestarian cagar budaya. Sebab, hotel tersebut adalah salah satu gedung bersejarah di Kota Bandung yang dibangun tahun 1884.
"Kelestarian gedung itu harus tetap dijaga, karena memiliki arsitektur sangat unik, yakni campuran Eropa-China," ujar General Manager Holiday Inn, Rully Zulkarnain, mewakili Asosiasi Manager Hotel Berbintang (Casa Grande), di Hotel Holiday Inn Bandung, Senin (3/3). Hotel Surabaya berbentuk bundar, dengan lantai dan sebagian dinding dari keramik yang khusus didatangkan dari Belanda. Selain itu, hampir seluruh jendelanya tidak memiliki bentuk yang sama. "Jika hotel dibongkar tanpa mengindahkan keunikannya, maka nilai historisnya akan hilang," ujarnya. Kota Bandung, lanjut Rully, termasuk salah satu kota di dunia yang kaya akan bangunan bernilai sejarah (heritage). Namun sayangnya, saat ini banyak yang hilang. Padahal, keberadaan gedung-gedung bernilai sejarah tersebut bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Tidak merubah Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, Ir. Juniarso Ridwan, mengatakan, sudah ada kesepakatan dengan pengembang agar tidak membongkar atau merubah struktur dan arsitektur Hotel Surabaya. "Pihak pengembang secara intensif berkordinasi dengan Bandung Heritage agar tidak terjadi kerusakan terhadap bangunan tersebut," katanya. Menurut Juniarso, pengembang hanya merevitalisasi kayu-kayu lapuk dan bagian-bagian bangunan yang sudah rusak. Sedangkan struktur dan arsitektur gedung tersebut tetap dijaga keasliannya. (A-73)*** Sumber: Add as favourites (32) | Quote this article on your site | Views: 607
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |