header image
Home arrow Berita Sebelumnya arrow Bangunan Bersejarah arrow Arsitektur Indisch
Arsitektur Indisch PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Jun 14, 2007 at 06:37 PM
Kehadiran Arsitektur Indisch merupakan sebuah bukti perpaduan antara budaya barat dengan budaya lokal (timur). Kehadiran arsitektur hibrid terebut bukan saja menjadi bukti perpaduan budaya barat dan lokal/vernakular (timur) di Bandung, namun juga merupakan rekayasa sempurna ketika seni bangunan barat mencoba tanggap terhadap kondisi lokal.
Perkembangan ini tidak lepas dari nama seperti Ed Cuypers, PAJ Moojen dan Henri Maclaine Pont. Ketiganya arsitek yang berhasil merintis wacana dan memadukan langgam arsitektur barat dengan bentuk arsitektur tradisional atau lokal nusantara, yang mana pada perkembangannya kemudian sering disebut sebagai Indo-Europeesche Architectuur Stijl.

Menurut Charles Prosper Wollf Schoemaker, guru besar arsitektur Technische Hogeschool Bandoeng (ITB) tahun 1924-1938, cirri bangunan berlanggam arsitektur Indo-Eropa ini relatif mudah dikenali. Pencarian bentuk arsitektur yang responsif terhadap kondisi iklim dan geografis setempat inilah yang membawa pada seni bangunan baru, yakni Arsitektur Indisch.

Apabila dilihat secara keseluruhan, Henry Maclaine Pont telah membuat sebuah kejutan dan perubahan besar terhadap dunia arsitektur Indonesia pada masa itu dengan pendekatan disain yang diterapkan pada karyanya yaitu kompleks bangunan Technische Hogeschool Bandoeng yang sekarang dikenal dengan ITB (Institut Teknologi Bandung).

Maclaine Pont tidak hanya memberikan impresi yang sangat kuat terhadap gaya Arsitektur Tropis namun juga pada Arsitektur Tradisional Timur, hal ini dapat dilihat pada aplikasi pendekatan kosmis dan sumbu utara selatan yang sangat kuat. Bangunan kompleks Sekolah Tinggi Teknik Bandung merupakan kehadiran arsitektur Indonesia yang memberikan arti penting dalam perkembangan arsitektur Belanda di Indonesia.

Melalui jajak pendapat dan deskripsi oleh para ahli, ciri dari langgam arsitektur Indisch relatif mudah dikenali. Ciri-cirinya antara lain dapat ditemui pada bangunan Technische Hogeschool Bandung yaitu :
1.    Bangunan pada umumnya simetris
2.    Ritme vertikal dan horizontal relatif sama kuat
3.    Kontruksi disesuaikan dengan iklim tropis, terutama pada :
a.    Pengaturan ruang
b.    Pengaturan sirkulasi udara
c.    Pemasukan pencahayaan sinar matahari
d.    Perlindungan terhadap curah hujan, Dll

Sebagai produk pencampuran dua kebudayaan yangberbeda, arsitektur Indisch di Bandung menawarkan penggayaan baru di dalam khazanah seni bangunan dan seni bina kota.

Sering kali hilangnya bangunan yang telah lama membentuk tatanan lingkungan Kota bandung acap kali luput dari perhatian publik. Kalaupun bertahan, sejumlah besar bangunan itu dapat dipastikan berada dalam komdisi merana. Kiranya tidaklah berlebihan jika bangunan arsitektur indis yang sarat dengan kearifan dalam menyingkapi konteks lokal (teknologi dan iklim) dipahami sebagai bagian dari sejarah perkembangan kebudayaan di Indonesia. Artinya diperlukan usaha lebih kritis dalam menyertakan keberadaan artefak tersebut kedalam kebijakan pembangunan kota, yaitu dengan cara melestarikannya.

Sumber:
Adi Putra Utama-Skripsi 20-UNPAR Bandung, 2006
Halaman 17-19.

Add as favourites (44) | Quote this article on your site | Views: 1747

Comments (4)
RSS comments
1. Written by fajar on 07-05-2008 22:40 - Guest - IP: 125.162.53.249
 
 
modern tropis
sekarang lagi hangatnya modern tropis, bedanya apa sih modern tropis ma tropis aja??? 
apa pada atapnya atau lainnya pada fasade bangunan?
 
2. Written by GUEST on 30-01-2008 14:18 - Guest - IP: 152.118.148.218
 
 
modern tropis
bisa tolong diberitahu daftar pustaka mengenai c.p wolf schoemaker untuk keperluan ilmiah tolong kirim ke please tolong segera terima kasih
 
3. Written by GUEST on 04-10-2007 15:44 - Guest - IP: 152.118.24.10
 
 
modern tropis
minta daftar pustaka mengenai karya C>P Wolf Schoemaker dunks
 
4. Written by GUEST on 21-09-2007 10:25 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
modern tropis
emm, bisa minta tlong ngebahas arsitektur berdasarkan 4 iklim dunia. kalau bisa jelasin 1 per 1 
aku padang 
 

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Homepage
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

Last Updated ( Jun 21, 2007 at 02:22 PM )
Login Form
Username

Password

Remember me
Password Reminder
No account yet? Create one
Who's Online
We have 39 guests online
Support
Admin :
Info


 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO.5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA (Pasal 1 ayat 1)
1. Benda Cagar Budaya adalah: Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50(lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

2. Situs adalah lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan bagi pengamanannya

Jadwal Sekretariat

Buka Kantor : Senin s/d Sabtu 09.00 - 16.00 Wib (dianjurkan untuk telepon terlebih dahulu)

Konsultasi; permohonan Surat Rekomendasi : Setiap Hari Rabu minggu ke 2 dan ke 4

Surat Rekomendasi  yang kami keluarkan, tanpa biaya sedikitpun, dilandasi oleh dedikasi yang tinggi, sebagai sumbangsih Bandung Heritage terhadap Kota Bandung.