header image
Home arrow Berita Sebelumnya arrow Bangunan Bersejarah arrow Arsitektur Kolonial di Bandung
Arsitektur Kolonial di Bandung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Jun 18, 2007 at 10:17 PM
St.Albanus Foto:Dibyo Hartono (1997)Gemeente-werken Bandung dengan dikomandani Ir. F.J.L. Ghijsels membangun 750 bangunan modern untuk ukuran saat itu, sebagai bagian dari persiapan kepindahan ibukota.
Pada tahun 1923, Maestro Arsitek Belanda Hendrik Petrus Berlage berkunjung ke kota-kota di Hindia Belanda termasuk Bandung. Ia mengkritik Arsitektur “jiplakan” bangunan-bangunan di Eropa yang mendominasi wajah kota Bandung saat itu. Hal ini memicu diskusi arsitektur baru yang dipelopori C.P. Wolff Schoemaker bersama Maclaine Point, yang turut berperan dalam pengembangan arsitektur indo-eropa selanjutnya.
 
Arsitektur yang sangat kental sentuhan barat pada bangunan di Bandung yaitu;
           1. Art Nouveau, salah satu tokohnya adalah PAJ Moojen (1907)

        2. Art Deco, oleh arsitek generasi berikutnya di tahun 1920-an

1920-1940-an
Pembangunan Kota Bandung mencapai puncaknya, ketika para arsitek Belanda mencoba melakukan inovasi dalam seni bangunan yang berbeda dari apa yang lazim dilakukan di negeri asal mereka yang beriklim subtropis.

hal ini berkaitan dengan gerakan arsitektur nasional & internasional, yakni upaya mencari identitas Arsitektur Kolonial Belanda di Indonesia dengan rujukan Arsitektur tradisional nusantara (Jawa). Pencarian Arsitektur yang responsif terhadap kondisi iklim dan geografis setempat sebagai seni bangunan baru (Arsitektur Indis)

Arsitektur Hibrid ini menghasilkan
•    Akulturasi budaya barat dan timur di Bandung
•    Sebuah rekayasa sempurna ketika bangunan barat
    yang anggun mencoba tanggap terhadap kondisi lokal


Tokoh “Indo-Europeesche Architectuur Stijl”
•    Ed Cuypers
•    H. Maclaine Point
•    P.A.J Moojen

Menurut C.P. Wolff Schoemaker, Arsitektur Indo-Eropa
berciri sebagai berikut :

•    Sosok bangunan umumnya simetris
•    Memiliki ritme vertikal dan horizontal yang relatif sama kuat
•    Konstruksi bangunan disesuaikan dengan iklim tropis, terutama pada pengaturan                     
     ruang,masuk sinar matahari, dan perlindungan hujan sedangkan untuk bangunan tipe eropa di
     Braga, Prof. Dr. Ir. C.P. Wolf Schoemake rMemberikan jalan keluar sebagai berikut untuk
     merespon iklim tropis:
•    Ruang seluas mungkin dengan atap tinggi dan tembok tebal
•    Lantai marmer dianjurkan agar tercipta suasana sejuk
•    Ventilasi untuk sirkulasi udara dengan jendela warna-warni khas Art Deco.

Bangunan – bangunan kolonial bergaya arsitektur
Indo eropa yaitu
•    Gedung Sate, J. Gerber (1920-1924)
•    Aula Barat ITB, Ir H. Maclaine Point (1920)
    kedua bangunan ini dipuji oleh Petrus Berlage
    saat kunjungannya ke Bandung, karena arsitekturnya
    yang merespon budaya & iklim setempat
•    Masjid Cipaganti, C.P. Wolff Schoemaker
•    Villa Merah ITB, C.P. Wolff Schoemaker
•    Rumah-rumah peristirahatan Belanda di Bandung.
 
Sumber: Berbagai Summber. 

Add as favourites (30) | Quote this article on your site | Views: 2349

Comments (1)
RSS comments
1. Written by GUEST on 30-01-2008 14:43 - Guest - IP: 152.118.148.218
 
 
buku rujukan yang dipakai untuk membuat artikel ini apa ya?tolong kirim ke thanks
 

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Homepage
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

Last Updated ( Jun 21, 2007 at 01:46 PM )
Login Form
Username

Password

Remember me
Password Reminder
No account yet? Create one
Who's Online
We have 91 guests online
Support
Admin :
Info


 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO.5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA (Pasal 1 ayat 1)
1. Benda Cagar Budaya adalah: Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50(lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

2. Situs adalah lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan bagi pengamanannya

Jadwal Sekretariat

Buka Kantor : Senin s/d Sabtu 09.00 - 16.00 Wib (dianjurkan untuk telepon terlebih dahulu)

Konsultasi; permohonan Surat Rekomendasi : Setiap Hari Rabu minggu ke 2 dan ke 4

Surat Rekomendasi  yang kami keluarkan, tanpa biaya sedikitpun, dilandasi oleh dedikasi yang tinggi, sebagai sumbangsih Bandung Heritage terhadap Kota Bandung.