header image
Home arrow Berita Sebelumnya arrow Articles arrow Prasasti Chulalonkorn
Prasasti Chulalonkorn PDF Print E-mail
Written by Zandry   
Jun 18, 2007 at 11:40 PM
Pada sekitar ketinggian 800m dari permukaan laut, dua buah prasasti menjadi saksi bisu perjalanan spiritual seorang raja Syam. Namun jejak sejarah Thailand yang terdapat di kawasan bandung utara tersebut terlihat kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Hal inilah yang menjadi kesimpulan ketika berbincang-bincang dengan pak Lili yang merupakan kuncen tempat tersebut sejak tahun 1991.padahal tempat tersebut tidak begitu jauh dari terminal dago dan kawasan dago tea house yang selalu menjadi alternative tempat hiburan bagi masyarakat Bandung.
prasasti Menurut para ahli sejarah, kedua prasasti batu tulis tersebut merupakan peninggalan Raja Rama V (Raja Chulalonkorn) dan Raja Rama VII (Pradjathipok Pharaminthara) yang ditulis pada sekitaran tahun 1818. Raja Chulalonkorn merupakan raja yang sangat dicintai oleh rakyatnya, pada kunjungannya ke Batavia, ia membawa beberapa souvenir dari kerajaan Syam. Salah satunya adalah patung gajah emas yang kini berada di museum gajah Jakarta. Pada kunjungannya tersebut ia menyempatkan diri untuk melawat ke daerah priangan dan melakukan semedi. Berdasarkan riset yang ditemukan, sekitar 2 bulan beliau berada di daerah tersebut. Dan kemudian meninggalkan prasasti batu tulis tersebut.
Kurangnya kepedulian sudah terlihat dari akses jalan masuk menuju tempat prasasti tersebut. Besi-besi pengaman yang membatasi jalan setapak dengan aliran sungai cikapundung terlihat sudah berkarat dan keropos. Bahkan beberapa diantaranya sudah tidak memiliki besi pengaman. Tangga dan jalan setapak pun sudah tidak layak untuk sebuah lokasi wisata. Pak lili mengakui bahwa sejak tahuun 1992, pertama kali dipugarnyna bangunan prasasti, hingga kini blm ada lagi upaya perbaikan. Kebutuhan paling mendesak yang dirasakan adalah perlunya rekonstruksi beton pada bibir sungai. Mulai gundulnya hutan raya Djuanda menyebabkan banjir selalu menyerang kota bandung, dampak yang terasa bagi prasasti yang tepat berada di bibir sungai cikapundung tersebut adalah sedikit demi sedikit tergerus air. “beberapa tahun kedepan mungkin prasasti ini bakal ada dibawah air”ungkap pak lili merespon bangunnan prasasti yang kini menggantung di atas sungai. “perlu dibuat sebuah rekonstruksi beton, biar kalo banjir tidak kekikis” ujarnya lagi.

Menilik pada Raja Chulalonkorn, beliau adalah raja yang sangat dicintai rakyatnya. dan prasasti ini adalah sebuah asset kebudayaan yang sifatnya mendesak untuk diperhatikan. Kita tentu tidak ingin kalau 2 prasasti batu tulis tersebut hanya tinggal cerita. Bahkan pak Felix, seorang praktisi kebudayaan mengakui bahwa ia dan beberapa kawannya sempat memperbaiki atap bangunan prasasti tersebut, karena tidak adanya kepedulian dari pemerintah setempat. Padahal letaknya tidak begitu jauh dari taman budaya Jawa Barat.
Direktur Eksekutif Bandung Heritage Frances B. Affandy pernah mempertanyakan masalah bantuan dari kedutaan besar Thailand yang dinilai tidak sampai, atau kalaupun sampai tentu jumlahnya sudah jauh berkurang.

Perhatian dan control pada hal ini masih sangat kurang, mengingat asset budaya di kota bandung dan Indonesia umumnya makin terdesak oleh dalih ekonomi dan tangan-tangan serakah. Pak lili diusianya yang telah senja, begitu memaknai sebuah jejak sejarah sebagai warisan untuk anak cucu kita kelak. Lalu bagaimana dengan kita?.***

Add as favourites (43) | Quote this article on your site | Views: 990

Comments (2)
RSS comments
1. Written by GUEST on 04-12-2007 10:31 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
Wah saya sendiri kaget ternyata ada peninggalan prasasti di Kawasan Dago, dan dekat dengan pemukiman penduduk. Tapi mengenai apa isi prasasti Chulalonkorn? apakah masih dapat dibaca?
 
2. Written by GUEST on 02-08-2007 04:12 - Guest - IP: 202.93.36.85
 
 
saya sebagai anggota TNIAL dan orang sunda lagi senang dengan informasi sejarah ini dan sedih dengan kurang perhatian terhadap prasasti di dekat dago. mungkin orang thailand kaget bila mengetahui Rajanya pernah datang 2 bulan di kota Bandung. semoga orang bandung semakin cinta pada budayanya sendiri. seperti adanya candi cangkuang saya perna ceritakan masalah ini sama orang Bali, biar mereka bangga akan peninggalan sejarah Hindu di Garut. 
 
pengirim Mayor laut Drs. Cecep Nurhidayat 
Komplek TNI AL .  
Alamat. Blok. CC-3 no. 1 Ciangsana, Bogor 
Telp. 021.84931845 
r
 

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Homepage
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

Last Updated ( Jun 21, 2007 at 01:44 PM )
Login Form
Username

Password

Remember me
Password Reminder
No account yet? Create one
Who's Online
We have 36 guests online
Support
Admin :
Info


 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO.5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA (Pasal 1 ayat 1)
1. Benda Cagar Budaya adalah: Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50(lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

2. Situs adalah lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan bagi pengamanannya

Jadwal Sekretariat

Buka Kantor : Senin s/d Sabtu 09.00 - 16.00 Wib (dianjurkan untuk telepon terlebih dahulu)

Konsultasi; permohonan Surat Rekomendasi : Setiap Hari Rabu minggu ke 2 dan ke 4

Surat Rekomendasi  yang kami keluarkan, tanpa biaya sedikitpun, dilandasi oleh dedikasi yang tinggi, sebagai sumbangsih Bandung Heritage terhadap Kota Bandung.