Untuk memenuhi kebutuhan pegawai pribumi yang terdidik, pada tahun 1879 n daerah Yegallega dibangun Hoof denschoo), yaitu sekolah khusus untuk mendidik calon-calon pegawai pribumi tingkat menengah, sehingga sekolah itu disebut juga "Sekolah Pamongpraja". Pada tahun 1900, sekolah itu berubah menjadi OSVIA (Opleidingschool voor Inlandsche Ambtenaren = Sekolah Pendidikan Calon Pegawai Bumiputera). Masyarakat Sunda menyebutnya "Sakola Menak", karena murid-muridnya terdiri atas anak-anak golongan menak, seperti bupati, patih, wedana, dan lain-lainT. Pada awal abad ke-20 berdiri sekolah khusus untuk wanita yang dirintis oleh Raden Dewi Sartika. Sekolah ini semula bertempat di kompleks pendopo, kemudian pindah ke Ciguriang55. Sarana pendidikan tersebut pada gilirannya mendorong berkembangnya kehidupan di KotaBandung, khususnya perkembangan bidang pendidikan, sehingga Kola Bandung menjadi pusat pendidikan di daerah Jawa Barat
Ketiga fungsi utama kota Bandung tersebut di atas, satu sama lain saling berkaitan dan saling menunjang. Sejalan dengan fungsi-fungsi kota itu, prasarana dan sarana/fasilitas kota terus berkembang, termasuk sarana hiburan-rel ieasi, sehinggaKotaBandung dijuluki "Kota Kern bang" dan kemudian "hrgs van Java" Semua itu telah menyebabkan terjadinya perubahan sosial, baik yang bersifat horizontal maupun vertikal.
Disadur dari Buku Sejarah Kota-Kota Lama Di Jawa Barat, Dr. Nina Lubis, M.S., dkk., 2000