header image
Home arrow Berita Sebelumnya arrow History arrow Sejarah PLN Jawa Barat
Sejarah PLN Jawa Barat PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Jun 21, 2007 at 04:05 PM
plta
Tahu tidak sih ?...dibandung ternyata ada Pembangkit Listrik Tenaga Air, tepatnya di Dago Bengkok..berikut adalah sejarah dari PLN Jawa Barat yang kami dapatkan dari PLTA Dago Bengkok Bandung, saat kami berkunjung dan menganalisa bangunannya..bangunannya bagus banget..yang belum pernah coba berkunjung deh kesana

Pada tahun 1917, Biro Tenaga Air ( Waterkraht burean ) dari Jawatan Perkereta apian Negara (Steratz foorwegen) dari perusahaan -perusahaan Negara ( Gouvemementsbedrijven ) dirubah menjadi Jawatan Tenaga air dan listrik ( Dienstvoor Waterkracht in Electriciteit ), oleh Jawatan ini dimulai dengan politik kelistrikan hingga penggunaan secara ekonomis mungkin dari sumber-sumber tenaga air yang tersedia.
Jawatan ini tak hanya mengurus pemberian lisensi-lisensi untuk tenaga air dan listrik , tetapi juga mengawasi pula kesamaan instalasi - instalasi listrik dan lisensi-lisensi tersebut di seluruh Indonesia. Pada tahun 1906 berada PLTA Pakar pada kali Cikapundung dengan kekuatan 800 KW dari maskapai listrik Bandung ( Bandungte Electriciteits masatsehappij ) dan dapat dianggap sebagai pengolahan pertama untuk pemberian enersi listrik dengan penggunaan tenaga air. Pada tahun 1920 didirikan Perusahaan Listrik Umum Bandung sekitarnya    (  Electriciteitsbederjif Bandung en omstreken, singkatnya GEBEO ), dengan modal Pemerintah dan swasta.

Maskapai ini ambil alih PLTA Pakar di Bandung dan PLTA Cijedil (2x174 KW + 2 x 220 KW ) di Cianjur. Selanjutnya bekerjasama dengan Perusahaan - Perusahaan Listrik Negara untuk pemberi listrik kepada umum. Direksi bagian swasta dipegang oleh NV Maintz & Co. Pada tahun 1934 Dienstvoor Waterkraht an Electriciteit, singkatnya WE, dirubah menjadi Electriciteitswezen ( Kelistrikan) singkatnya E.W.

Perusahaan Tenaga Air Negara Dataran Tinggi Bandung.
(Landiswaterkrachtbedijf Bandung en     ) mempunyai dua grup PLTA-PLTA, yaitu Bengkok ( 3 x 1050 KW) dan Dago (1 x 700 KW) di tahun 1923 pada kali cikapundung, dan Plengan ( 3 x 1050 KW di tahun 1923, ditambah 2000 KW di tahun 1962, dan Lamajan ( 2 x 6400 KW ditahun 1924, ditambah 6400 KW di tahun 1933 pada kali-kali Cisangkuy & Cisarua.
Sebagai cadangan air untuk musin kemarau dibangun Situ-situ Cileunca ( 9,89 Juta M3 air) di tahun 1922 dan Cipanunjang ( 21,8 Juta M3 air) di tahun 1930. Untuk mencapai jumlah banyaknya air seperti tersebut diatas maka Bendungan2 Pulo, Playangan dan Cipanunjang'dipertinggi pada tahun 1940, Situ2 ini mendapat pengisian air dari kali-kali sekitarnya.
Dari PLTA Plengan dibangun lin transmisi 30 KV sepanjang80 Km ke GI-GI Sumadra, Garut dan Singaparna untuk menghantarkan tenaga listrik ke bagian Priangan Timur. Selanjutnya dari GI Kiaracondong dibangun lin transmisi 30 KV ke GI Rancaekek hingga Sumedang ke Priangan Utara - Timur dan kemudian hingga PLTA Parakan. Kini tegangan Sumedang - Parakan sudah menjadi 70 KV.
Dari PLTA Lamajan pada tahun 1928 dibangun lin transmisi 30 KV ( kemudian 70 KV ) ke GI Padalarang, Purwakarta dan Kosambi untuk daerah Priangan Barat dan pada tahun 1966 dari Kosambi ke Cawang.

Di tahun 1920 dibangun PLTU Dayeuh kolot ( 2 x 750 KW ) untuk keperluan pemancar radio ke luar negeri, di tahun 1940 dibongkar dan kemudian menjadi PLTD Dayeuhkolot ( 2 x 550 KW ). Kini seluruhnya telah tiada dan bangunan menjadi GI Dayeuhkolot, Gudang dan Bengkel Dayeuhkolot yang sudah ada duluan.
Di tahun 1928 dibangun Central Electriciteit Laboratorium, singkat CEL di komplek Sekolah Tinggi Tinggi ( Technische Hooge School ), yang meliputi pekerjaan testing dan perbaikan alat2 listrik. Kini CEL telah diserahkan kepada Institut Tehnologi Bandung (ITB ).
Pada tahun 1962 beroperasi PLTA Cikalong ( 3 x 6400 KW ) bekerja paralel dengan PLTA-PLTA yang telah ada.


Kini Sektor Priangan mempunyai 4 Gardu Induk utama yaitu : GI North di Utara, GI Cigereleng di Selatan, GI Cibeurem di Barat dan GI Sukamiskin di Timur.

Sektor Cirebon
Berhubungan dengan rencana pembangunan PLTA Parakan ( 4 x 2500 KW) di tahun 1939 didirikan Perusahaan Tenaga Air Negara Cirebon ( Lanbswaterkrachtbedrijf Cirebon ). Kota Cirebon dan sekitarnya dahulu mendapat enersi listrik dari PLTD Kebonbaru kepunyaan maskapai Gas Hindia Belanda (Nederland Indische Gas Maatsekapij, singkatnya N.I.E.M ). Setelah PLTA Parakan beroperasi di tahun 1957, maka PLTD Kebonbaru praktis bersifat standby. Kini di Sektor Cirebon pada tahun 1982 beroperasi PLTG Sunyaragi ( 2 x 25,125 KW ).

Perusahaan Tenaga Air Negara Jawa Barat
( Landswaterkrachtbedrij f West Java)
Perusahaan ini mempunyai PLTA Ubrug ( 2 x 5400 KW) di tahun 1924 ditambah dengan 1 x 6300 KW di tahun lima puluhan) dan PLTA Kracak ( 2 x 5500 KW) di tahun 1929, kemudian ditambah dengan 1 x 5500 KW.
Kedua central-centarl tersebut dengan perantaraan transmisi 70 kV dihubungkan bersama ke GI     di Bogor dan dari sini dihantarkan dengan lin transmisi 70 kV ke Jakarta dengan GI
GI     Cawang, Muster Cornelis (Jatinegara ), Weltercoler ( Gambir) dan Ancol.
PLTU Gambir di pinggir kali Ciliwung adalah kepunyaan Maskapai Gas Hindia Belanda ( NIGM) dan merupakan sentral uap pertama yang dibangun tahun 1897 untuk Jakarta dan sekitarnya. Pada tahun 1931 sentral uap ini ( 3200 + 3000 + 1350 KW ) diambil alih dan kini tidak ada lagi.
Dari PLTA Ubrug pada tahun 1926 diabngun lin transmisi 30 KV ke GI Lembursitu sepanjang 16 km untuk Sukabumi dan sekitarnya.
Dari PLTA Kracak pada tahun 1931 dibangun lin transmisi 30 kV sepanjang 57 km untuk Rangkasbitung dan sekitarnya.
PLTA Ubrug dan PLTA Kracak kini termasuk Sektor Bogor yang didirikan di tahun 1946. Sentral-sentral tambahan setelah perang dunia II, adalah PLTD Karet ( 12 x 1000 KW ), PLTD Ancol ( 12 x 1000 KW ), yang dua-duanya tak beroperasi lagi karena rusak, selanjutnya PLTD Senayan ( 8 x 2500 KW ), yang sebagian mesin2nya telah rusak dan sisanya selalu stand by, tahun 1961 PLTU Priok ( 2 x 25 + 2 x 50 MW) tahun 1962, PLTU Muara karang dan PLTG Pulo Gadung yang masing-masing beroperasi penuh.
PLTA Jatiluhur ( 6 x 25 MW ) tahun 1964 yang mempunyai status Otorita, memberi enersi listrik via lin transmisi 150 kV ke Bagian Timur dengan GI Cigereleng dan via lin transmisi 150 kV ke Bagian Barat dengan GI Cawang. Kemudian PLTA Saguling ( 4 x 175 MW) yang beroperasi tahun 1986.

Perubahan - Perubahan Nama Perusahaan
Pada tahun 1951 nama jawatan listrik menjadi PENUPETEL ( Perusahaan Negara untuk Pembangkitan Tenaga Listrik, pada tahun 1960 menjadi PLN Explotasi XII, pada tahun 1974 menjadi pembangkitan III, clan kini menjadi KJJ ( Pembangkitan Jawa Barat dan Jakarta Raya ) dengan cabang-cabang perusahaan PLN Sektor Bogor, PLN Sektor Priangan dan PLN Sektor Cirebon.
Pada tahun 1983 nama KJJ dirubah menjadi KJB ( Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian
Barat ).
Pada Tahun 1995-Indonesia Power

Bandung, Desember 1986.
Disalin sesuai aslinya tanggal 14 April 2005
pltaok










Rombongan Bandung Heritage Society saat berkunjung ke PLTA DAgo Bengkok.

Add as favourites (23) | Quote this article on your site | Views: 2201

Comments (6)
RSS comments
1. Written by GUEST on 17-03-2008 12:59 - Guest - IP: 118.98.185.6
 
 
apa boleh saya tanyakan tentang sejarah perkembangan transmisi daya listrik di indonesia
 
2. Written by GUEST on 06-02-2008 08:58 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
emang ada ya dago bengkok....slama sy hidup 100 thn, prsaan gada dago bengkok 
 
3. Written by GUEST on 15-12-2007 12:09 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
wo.........ww. keren banget tempatnya bo......... yuuuu.....................
 
4. Written by GUEST on 03-11-2007 11:00 - Guest - IP: 202.146.253.15
 
 
waduw.. ada ya? 
menarik sekali .. 
Dago Bengkok itu sebelah mana ya klo dari Simpang Dago?? 
 
-- cacingpita.blogspot.com -- 
 
 
5. Written by GUEST on 29-10-2007 15:50 - Guest - IP: 222.124.88.28
 
 
apakah saya blh menanyakan sejarah dari PLTA?
 
6. Written by GUEST on 08-08-2007 10:47 - Guest - IP: 203.130.203.35
 
 
pengen ikut kunjung juga
 

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Homepage
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

Login Form
Username

Password

Remember me
Password Reminder
No account yet? Create one
Who's Online
We have 19 guests online
Support
Admin :
Info


 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO.5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA (Pasal 1 ayat 1)
1. Benda Cagar Budaya adalah: Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50(lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

2. Situs adalah lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan bagi pengamanannya

Jadwal Sekretariat

Buka Kantor : Senin s/d Sabtu 09.00 - 16.00 Wib (dianjurkan untuk telepon terlebih dahulu)

Konsultasi; permohonan Surat Rekomendasi : Setiap Hari Rabu minggu ke 2 dan ke 4

Surat Rekomendasi  yang kami keluarkan, tanpa biaya sedikitpun, dilandasi oleh dedikasi yang tinggi, sebagai sumbangsih Bandung Heritage terhadap Kota Bandung.