header image
Home arrow Berita Sebelumnya arrow History arrow Taman dan Lahan Terbuka Kota Bandung
Taman dan Lahan Terbuka Kota Bandung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Jun 21, 2007 at 05:20 PM
PietersparkKota Bandung dikenal dengan sebutan Kota Taman (1936) bukan saja karena memiliki banyak taman dan lahan terbuka, tetapi juga karena tata kotanya mengacu pada konsep kota taman (Garden City), yang dianut oleh banyak negara di Eropa.
Dari sekian banyak taman dan lahan terbuka tempo doeloe itu, hanya tersisa sedikit saja sekarang ini. Kebanyakan taman dan lahan terbuka telah hilang atau berubah fungsi, terutama pada lahan terbuka yang berukuran kecil.
Pieter Sijthoffpark
Pieter Sijthoffpark merupakan taman tertua di Kota Bandung dan yang pertama dibangun di Kota Bandung. Pieter Sijthoffpark, atau lebih dikenal dengan nama Pieterspark, dibangun pada tahun 1885 untuk mengenang Asisten Residen Priangan, Pieter Sijthoffpark, yang berjasa besar bagi perkembangan Kota Bandung.

Taman ini dirancang oleh R. Teusher, seorang pakar tanaman (botanikus) yang bertempat tinggal di pojok Tamblongweg dan Naripanweg. Bentuk tamannya persegi empat, beserta dengan jalanan berbentuk mirip huruf ”Y”. Sebuah Gazebo ditempatkan ditengah pertemuan jalan jalan taman ini. Kanal taman dengan jembatan penyebrangan arstistik yang terbuat dari besi dibangun mengelilingi taman. Berbagai jenis pohon pelindung, pohon hias, tanaman hias dan bungan-bungaan ditanami didalam taman. Sebuah taman sederhana namun mempesona.

Diseberang timur taman terdapat Pieter Sijthoffpark kweekschool voor Inlandsche Onderwizjern, yang sering disebut dengan Sakola Radja, sehingga nama taman inipun menjadi Kebon Radja. Nama Kebon Radja berubah menjadi taman Merdeka tahun 1950-an. Kemudian, diubah menjadi Taman Dewi Sartika pada tanggal 4 Desember 1996 seiring dengan penempatan patung dada Dewi Sartika di taman tersebut.

Ijzermanpark
Gagasan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Teknik pertama di Hindia Belanda muncul pada awal tahun 1917 dari sebuah yayasan swasta bernama Koninklijk Instituut voor Hoger Technisch Onderwijs In Ned. Indie, yang diketuai oleh C.J.K. van Aalst  dan kemudian digantikan J.W. Ijzjerman. Pegawai Staats Spoorwegen-SS (Jawatan Kereta Api Negara).

Dr. Ir. J.W. Ijzerman berjasa besar dalam pendirian Technische Hogeshool-THS (Sekarang Institut Teknologi Bandung-ITB), sehingga sebuah taman artistik dan tertata rapih yang dibangun di depan THS (1919), di Hooge Schoolweg (sekarang jl. Ganesha), diberi nama Ijzermanpark (sekarang Taman Ganesha).

Sebuah patung dada Dr. Ir. J.W. Ijzerman berdiri dengan landasan tiang beton di pintu masuk utara taman. Patung  Dr. Ir. J.W. Ijzerman  itu masih berdiri megah pada tahun 1950-an. Namun, tahun 1960-an telah digantikan oleh patung ganesha –disana sekarang diletakkan patung kontemporer terbuat dari baja tahan karat berbentuk rangka kubus. Entah dimana patung dada Ijzerman itu, apakah disimpan ITB atau telah raib entah kemana.

Molukkenpark
Molukkenpark (sejak  tahun 1950-an disebut Taman Maluku) dibangu tahun 1919. Taman ini terletak diantara menadostraat, dan Saparuastraat (sekarang Jln. Aceh, Jln Sulawesi yang kemudian digabung dengan Jln Seram, Jln. Ambon dan Jln. Saparua).

Taman Molukkenpark ditata dan dilengkapi dengan sebuah kolam besar berhiaskan air mancur, bunga teratai tanaman hias, pohon pelindung sebagai peneduh, bangku taman di keteduhan pohon, jalan taman, dan tiang-tiang lampu berdekorasi artistik, sehingga memberikan kesan sejuk dan asri.

Sebuah lapangan tenis terletak di sebelah utara taman, ketika Molukkenpark belum dilengkapi dengan kolam. Di dekat taman dekat simpang jalan Celebesstraat dan Ambonstraat berdiri patung perunggu Pastor H.O. Versbraak, S.J. (18835-1918), seorang imam tentara Hindia Belanda yang bertugas dalam Perang Atjeh (1874-1907). Patung ini merupakan satu-satunya patung dari masa Hindia Belanda yang masih berdiri di Bandung.
Pastor H.O. Versbraak, S.J meninggal akibat pesawat udara yang ditumpanginya jatuh di Molukkenpark pada tahun 1918.

Insulindepark
insulindeparkSebagi tanah kosong yang merupakan cikal bakal Insulindepark masih berbentuk rawa pada tahun 1898. Rawa itu kemudian dikeringkan dan dijadikan lapagan untuk kegiatan militer (1915-1919) dengan jajaran pepohonan di sekelilingnya. Lapangan itu dijadikan sebagai ”Taman Tropis” dengan bermacam-macam tumbuhan tropis pada tahun 1920. Taman Tropis itu kemudian diberi nama Insulindepark pada tahun 1925. Pada tahun 1935 Insulindepark telah memiliki 90 jenis tanaman keras dan bunga-bungaan. Nama Insulindepark diganti menjadi Taman Nusantara pada tanggal 28 April 1950, kemudian menjadi Taman Lalu-lintas pada tanggal 1 maret 1958.

Taman Lalu Lintas merupakan sarana pendidikan informal untuk menanamkan etika berlalu lintas bagi anak-anak di Bandung, selain sebagai taman berekreasi – merupakan yang pertama di Indonesia. Nama taman ini kemudian menjadi Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani untuk mengenang pahlawan cilik putri almarhum Jenderal Bintang Lima (Purn) Abdul Haris Nasution. Ade Irma Suryani meninggal tertembak dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S) ketika para pemberontak mencoba menculik ayahnya (1965).
Pembentukan Badan Keamanan Lalu Lintas (BKLL), yang dikelola kepolisian Jawa Barat pada tahun 1958, merupakan upaya penanggulangan masalah kenakalan remaja yang mulai terasa sejak awal tahun 1950-an. Taman Lalu Lintas dibangun sebagai wadah perehabilitasian para remaja berandal di Bandung.

Tjitaroem Plein
Tjitaroem  Plein (Lapangan Citarum) terletak diujung barat Tjitaroemstraat (sekarang Jln. Citarum). Tjitaroem Plein adalah lapangan yang memiliki beberapa pohon hias, dilengkapai dengan sebuah kolam dan sebuah monumen di sisi barat kolam. Tjitaroem Plein dibangu sekitar tahun 1920-an.
Monumen Tjitaroem Plein itu untuk memperingati percakapan pertama melalui radio telepon antara Hindia Belanda dan Nederland pada tanggal 3 Juni 1927, di pemancar Malabar.

Bentuk monumen berupa bola besar yang mengibaratkan bumi dan dua patung lelaki berhadap-hadapan tanpa busana di kedua sisinya. Ekspresi sebuah patung tampak sedang berteriak dan yang lainnya menempelkan telapak tangan di telinga. Monumen ini melambangkan jarak bumi menjadi tidak berarti lagi melalui komunikasi radio telepon bumi.

Namun patung peringatan di Lapangan Citarum itu dibongkar pada akhir tahun 1950-an. Pembongkaran yang sangat disesalkan oleh banyak pihak, sebab bagaimanapun patung itu mempunyai Makna  Historis bagi Kota Bandung dan Indonesia pada umumnya. Pembongkaran yang semata-mata didasarkan pada penilaian sepihak bahawa wujud patung dianggap melanggar tata susila, seperti pada cara masyarakat menyebutnya Patung Pantat Bugil.

Nama pendiri pemancar malabar, Ir. G.J. de Grooot diabadikan sebagai nama jalan yang  sekarang disebut Jln Siliwangi.

Oranje Nassau plein

Oranje Nassau plein atau lebih dikenal dengan nama Oranje plein (tahun 1950-an dinamai dengan lapangan Dipati Ukur, sekarang Taman Pramuka), terletak di Riouwstraat (tahun 1950-an menjadi Jln. Riau dan sekarang bernama Jln. L.L. R.E. Martadinata). Daerah lokasi Oranje plein yang disebut Kapitein Hill merupakan kawasan perumahan mewah dengan halaman luas dipenuhi tanaman bunga. Riouwstraat saat itu merupakan batas paling timur Kota Bandung.

Oranje plein dibangun dengan bentuk taman sederhana yang miskin pepohonan pada 1920. Taman ini berbentuk setengah lingkaran dengan bangunan mirip gazebo ditempatkan ditengahnya. Bangunan itru semula berdiri di tengah kolam, tetapi ketiga sisi bangunannya ditutupi jendela, kolam itu pun mulai ditimbuni.

Bangunan itu semula dimaksudkan untuk tempat bersantai di tengah taman, kemudian menjadi kedai minum sanai, dan menjadi toko berbagai kebutuhan sehari-hari pada tahun 1940-an. Pada awal tahun 1970-an menjadi bangunan kosong dan akhirnya sekarang menjadi pusat kegiatan Pramuka di Kota Bandung.

Tjilaki plein
Tjilaki plein (sekarang Taman Cilaki) pada awalnya tidak direncanakan sebagai taman dalam arti yang sesungguhnya, tampak pada cara penataan tamannya. Letak Tjilaki plein terletak diantara jalur Tjilakiweg dan Tasmanstraat (sekarang Jln. Cilaki) dan Tjisangkoeistraat dan keyser-straat (sekarang Jln. Cisangkuy).Penanaman pohon yang tidak teratur menunjukan bahwa Tjilaki plein lebih diarahkan sebagai jalur hijau dan hutan kota, dan pepohonan itu berfungsi sebagai pohon pelindung jalan. Taman Cilaki di bagian utara dan tengah baru sekarang ini diarahkan sebagai taman kota. Disana ditempatkan bangku duduk dan jembatan perlintasan di atas kali kecil yang mengalir di tengahnya. Bagian selatan dimaksudkan sebagai hutan kota.


Tjibeunjing Plantsoen
Tjibeunjing Plantsoen (sekarang Taman Cibeunying) sejak awal hanya dimaksudkan sebagai lahan hijau terbuka, bukan sebagai taman dalam arti sesungguhnya. Tjibeunjing Plantsoen ini terletak diantara jalur Tjibeunjing Plantsoen Zuidstraat (sekarang Jln Taman Cibeunying utara dan selatan). Fungsi Tjibeunjing Plantsoen lebih ditujukan sebagai hutan kota karena penanaman pepohonannya tidak teratur, hanya sebagai pohon pelindung jalan.

Di Taman Cibeunying bagian utra sekarang terdapat taman sekaligus pasar bunga Anggrek, pompa bensin, dan pasar bibit tanaman hias. Bagian selatannya sekarang menjadi kebun pembibitan tanaman taman dan pelindung jalan, yang dikelola oleh Dinas Pertamanan Kota Bandung.

Jubileumpark
Jubileumpark (sekarang Taman Sari) terletak disepanjang bagaian barat Huygensweg (sekarang Jln. Taman Sari) sampai ke tepi timur Sungai Cikapundung. Sudut simpang segi tiga Tjihampelaslaan (sekarang Taman Hewan0 dan Huygensweg di selatan dan Lebak Gede Barat di utara membatasi areal Jubileumpark.

Taman ini diresmikan pada tahun 1923 untuk memperingati Jubileum Ratu Wilhelmina dari Belanda, sehingga diberinama Jubilueumpark. Prasasti Jubiluempak dibangun disudut segi tiga selatan taman. Prasasti ini masih dapat dilihat dibagian belakang kebun pembibitan tanaman hias hingga tahun 1950-an. Sekarang prasasti itu telah raib entah kemana.

Rancangan awal dimaksudkan Jubileumpark sebagai Taman Botani, yang menghimpun berbagai jenis tanaman keras dan tanaman hias. Pada tahun 1933, bagian selatan Jubileumpark dijadikan kebun binatan sehingga fungsinya berubah menjadi taman kebun binatang.

Nama Jubileumpark diganti menjadi Taman Sari pada tahun 1950-an. Masyarakat sekarang hanya mengenal Taman Sari sebagai nama jalan, karena taman ini sudah dianggap bagian penuh dari kebun binatang.
-------------------------
Sumber : Album Bandoeng Tempo Doeloe, Sudarsono Katam, Lulus Abadi 2005

Add as favourites (24) | Quote this article on your site | Views: 1926

Comments (2)
RSS comments
2. Written by GUEST on 06-08-2007 09:53 - Guest - IP: 202.138.226.3
 
 
bidan
Tapi sayang ya... taman sekarang lebih mementingkan aspek estetik daripada aspek ekologis... 
 
Salam, 
Deni_borin 
deniborin.multiply.com 
 

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Homepage
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

Login Form
Username

Password

Remember me
Password Reminder
No account yet? Create one
Who's Online
We have 19 guests online
Support
Admin :
Info


 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO.5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA (Pasal 1 ayat 1)
1. Benda Cagar Budaya adalah: Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50(lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

2. Situs adalah lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda cagar budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan bagi pengamanannya

Jadwal Sekretariat

Buka Kantor : Senin s/d Sabtu 09.00 - 16.00 Wib (dianjurkan untuk telepon terlebih dahulu)

Konsultasi; permohonan Surat Rekomendasi : Setiap Hari Rabu minggu ke 2 dan ke 4

Surat Rekomendasi  yang kami keluarkan, tanpa biaya sedikitpun, dilandasi oleh dedikasi yang tinggi, sebagai sumbangsih Bandung Heritage terhadap Kota Bandung.