|
Bandung, Kompas - Pembangunan Braga City Walk (BCW) oleh PT Bangun Mitra Mandiri (BMM) di Jalan Braga, Bandung, menuai kecaman dari para pemerhati dan pelestari budaya. BCW yang terdiri atas hotel, apartemen, dan pertokoan ritel ini dianggap akan semakin merusak citra Jalan Braga sebagai daerah konservasi budaya.
"Maksud dan tujuan pembangunan BCW baik, tetapi harus dilihat faktor-faktor lain yang dapat membangkitkan gairah perdagangan di sana," kata Ketua Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (Bandung Heritage) Harastoeti DH, Selasa (4/5), di Bandung. Menurut Harastoeti, konsep pembangunan BCW seharusnya memperhatikan studi-studi tentang pelestarian Jalan Braga yang sudah ada. Dikatakan, pembangunan BCW juga dikeluhkan oleh para pemilik toko yang ada di Jalan Braga karena bisa mengurangi pengunjung toko mereka. Kondisi sosial masyarakat di sekitar Jalan Braga juga harus diperhatikan, terutama bagi mereka yang hak-haknya bakal terambil. Secara estetika, pembangunan apartemen dan hotel sebagai bangunan tinggi itu dikhawatirkan merusak karakter bangunan yang telah ada. Selama ini bangunan di Jalan Braga bercirikan bangunan rendah. "Kami tidak antipembangunan, tetapi jangan sampai pembangunan bangunan baru merusak bangunan yang telah ada. Pembangunan harus dilakukan secara kontekstual sehingga mampu meningkatkan kualitas kota," kata Harastoeti. Sekretaris Kota Bandung Maman Suparman menyatakan, masalah pembangunan BCW masih dalam penggodokan Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) di bawah koordinasi Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Bandung. (K11) Add as favourites (26) | Quote this article on your site | Views: 576
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |